Sengketa Lahan yang Menjerat Jusuf Kalla: Cermin Kerentanan Warga Kecil
Kamis, 20 November 2025
Pengunggah: Redaksi
Sengketa tanah yang terjadi di antara PT Hadji Kalla milik Jusuf Kalla (JK) dengan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) kembali menjadi sorotan publik. Putusan dari pengadilan yang memenangkan GMTD bukan hanya membuat JK angkat suara, tetapi juga memancing diskusi secara luas soal kerentanan sistem administrasi pertanahan di Indonesia.
Azis Subekti, anggota komisi III DPR menilai kasus seluas 16,4 hektar di Makassar ini menjadi bukti nyata terkait bagaimana lemahnya tata kelola pertanahan. Jika seorang mantan Wakil Presiden bisa terjerat masalah sertifikat ganda dan salah dalam pengelolaan data, maka risiko jauh lebih besar terkait hal yang sama juga dihadapi oleh masyarakat kecil.
“Kalau seorang mantan Wakil Presiden saja bisa menjadi korban dari salah kelola administrasi pertanahan, bagaimana rakyat kecil yang tidak punya akses kuasa dan jaringan,” ujar Azis pada Jum’at (14/11/2025) yang dikutip dari kompas.com
Berdasarkan data yang dimiliki oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (Kementerian ATR/BPN RI) menunjukkan betapa rumitnya persoalan ini. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 11.083 sengketa tanah, 506 konflik, dan 24.120 perkara terkait pertanahan, sementara tingkat dalam penyelesaiannya baru menyentuh 46,88%. Hingga bulan Oktober 2025, sebanyak 6.015 kasus kembali masuk dan baru 50% yang diselesaikan. Dari jumlah tersebut, setidaknya 2.161 kasus melibatkan masyarakat kecil - mereka memiliki akses paling minim terhadap bantuan hukum dan informasi.
Azis juga menegaskan, kasus yang menimpa JK bukan hanya sekadar polemik antara dua perusahaan besar, tetapi merupakan gambaran kondisi di lapangan yang selama ini menyulitkan rakyat. Sertifikat ganda, tumpang tindih data, hingga dugaan keterlibatan oknum dalam lembaga pertanahan adalah masalah sistematik yang harus di reformasi secara menyeluruh.
Kasus ini menjadi momentum penting untuk pemerintah, khususnya Kementerian ATR/BPN dalam membuka proses administrasi secara lebih transparan. Digitalisasi data, pengawasan ketat, serta ruang pengaduan yang mudah diakses rakyat kecil menjadi suatu langkah yang mutlak. Negara tidak boleh hanya hadir ketika kasus besar menjadi sorotan media, tetapi juga harus menyelesaikan ribuan kasus yang senyap.
Sengketa ini akhirnya menjadi pengingat penting terkait persoalan tanah bukan hanya soal kepemilikan, tetapi juga soal keadilan. Jika tokoh bangsa saja bisa dirugikan, maka perlindungan terhadap masyarakat kecil seharusnya menjadi prioritas negara. Karena tanah pada hakikatnya adalah sumber hidup yang harus dijamin kepastian dan keadilannya untuk semua.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News - Warga Desa Rantau Pulut meminta Pemerintah Kabupaten Seruyan untuk tanggap terkait permasalahan Plasma Saw...
NewsRabu, 11 September 2024
News – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi menginjak usia 200 hari pada Rab...
NewsRabu, 07 Mei 2025
News – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 yang mengguncang Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis (25/9/2025)...
NewsJumat, 26 September 2025
News - Konflik agraria akibat ekspansi bisnis perkebunan sawit kembali memakan korban. Kali ini masyarakat di Des...
NewsRabu, 18 Oktober 2023
Jakarta - Sebagai komunitas tempat tongkrongan anak muda yang memiliki keberanian dalam menyampaikan kebenaran se...
NewsSenin, 31 Juli 2023
News – Kondisi terkini yang mengakibatkan rumah hancur di Jalan Talas II, Kelurahan Pondok Cabe Hilir, Kecamata...
NewsJumat, 12 September 2025
Upaya menekan persoalan sampah tak selalu harus dimulai dari kebijakan besar berskala kota atau nasional. Di ting...
NewsKamis, 16 April 2026
News - Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menuai kontroversi setelah mengeluarkan kebijakan baru yang mewaj...
NewsRabu, 25 September 2024
News - Kepolisian Himachal Pradesh di India berhasil mengevakuasi sekitar 8.000 wisatawan dan 1.500 kendaraan yan...
NewsJumat, 03 Januari 2025
Kebakaran gudang pestisida di kawasan pergudangan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tak hanya menyisakan puing dan...
NewsRabu, 11 Februari 2026