Kualitas SPPG Disorot, BGN Akan Bentuk Tim Akreditasi Sertifikasi
Rabu, 04 Februari 2026
Pengunggah: Redaksi
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, pembentukan tim tersebut menjadi langkah strategis untuk melakukan penilaian menyeluruh terhadap kinerja dan kualitas SPPG di berbagai daerah. Melalui mekanisme akreditasi, setiap SPPG akan dikelompokkan berdasarkan tingkat kualitasnya, mulai dari kategori unggul dengan nilai A, sangat baik dengan nilai B, hingga baik dengan nilai C. Selain itu, terdapat pula SPPG yang dinilai masih memerlukan pembinaan lebih lanjut agar dapat terus menjalankan layanannya secara optimal.
“Ini akan kita tingkatkan terus. Tahun ini kita segera bentuk tim akreditasi sertifikasi agar seluruh SPPG memiliki kualifikasi yang baik,” ujar Dadan saat ditemui di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026).
Menurut Dadan, fokus BGN pada tahun ini tidak hanya berhenti pada aspek penilaian kualitas layanan, tetapi juga mencakup penguatan edukasi gizi bagi para penerima manfaat. Dengan demikian, program pemenuhan gizi diharapkan tidak sekadar bersifat intervensi jangka pendek, melainkan mampu membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilih makanan yang sehat dan aman.
“Penerima manfaat tidak hanya mendapatkan pemenuhan gizi, tapi juga edukasi tentang bagaimana memilih makanan yang sehat,” jelasnya.
BGN juga menaruh perhatian serius pada aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan layanan SPPG. Dadan mengungkapkan, pihaknya akan memberikan peringatan tegas kepada SPPG yang menggunakan bahan baku dari luar tanpa pengawasan proses pengolahan. Praktik tersebut dinilai berisiko karena dapat memengaruhi kualitas dan keamanan makanan yang disajikan.
“Untuk yang kita berikan kartu kuning, itu karena mengambil bahan baku dari luar sehingga cara masaknya tidak terawasi. Hal seperti itu akan kita beri peringatan cukup keras,” tegasnya.
Selain itu, BGN berencana mengumumkan sejumlah menu yang perlu dihindari dalam layanan SPPG. Pasalnya, beberapa jenis makanan yang aman dikonsumsi dalam skala kecil dapat menimbulkan risiko ketika diproduksi dan dikonsumsi dalam jumlah besar tanpa pengendalian mutu yang ketat.
Langkah-langkah tersebut menegaskan komitmen BGN dalam memastikan program pemenuhan gizi berjalan tidak hanya luas jangkauannya, tetapi juga berkualitas dan aman, sehingga benar-benar memberi dampak positif bagi kesehatan masyarakat.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Upaya penegakan hukum terhadap penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi kembali menguak persoal...
NewsSabtu, 25 April 2026
News - Aksi pembakaran oleh warga Israel terhadap markas The United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) menua...
NewsJumat, 10 Mei 2024
Gowa - Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Sulawesi Selatan menggelar Merdeka Mengabdi di Desa Rannaloe, Kec. Bungaya...
NewsSelasa, 20 Agustus 2024
Edukasi - Mahasiswa Teknik dan Manajemen Sekolah Vokasi IPB University menggelar Watatriction 2023 dengan konsep ...
NewsJumat, 10 November 2023
News - Ketika masyarakat berkumpul untuk menyuarakan pendapat mereka, hak dasar yang mereka miliki adalah untuk d...
NewsSelasa, 27 Agustus 2024
Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang Selatan sejak dini hari membuat sebagian warga Pamulang harus memulai h...
NewsRabu, 14 Januari 2026
Pagi itu, 19 Oktober 1987, rel kereta di kawasan Pondok Betung, Bintaro, menjadi saksi salah satu hari tergelap d...
NewsKamis, 07 Mei 2026
News — Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung Barat (KBB), Riza Nasrul Falah, resmi dinonaktifkan dari jabatannya sete...
NewsKamis, 08 Mei 2025
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar akhirnya buka suara terkait tindakan ulama mu...
NewsMinggu, 16 November 2025
Advokat Perempuan Indonesia (API) menyerukan agar DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-undang Kitab Hukum A...
NewsKamis, 20 November 2025