Korban Gempa di Maluku Tidur tanpa Karpet dan Penerangan di Tenda Pengungsian
Selasa, 08 Juli 2025
Pengunggah: Faningsi Ramadhani
News — Tiga hari pascagempa sebesae 4,9 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, ratusan warga Kecamatan Amalatu masih bertahan di pengungsian.
Mereka memilih menetap di dataran tinggi dan kawasan pegunungan karena getaran gempa susulan masih terus dirasakan hingga Senin (7/7/2025).
“Kita belum bisa kembali ke rumah, getarannya masih terasa terus,” ungkap Ahmad Patty, warga Desa Latu.
Menurut Ahmad, sebagian besar rumah warga mengalami keretakan. Ketakutan akan gempa susulan membuat mereka enggan kembali ke pemukiman. Di pengungsian, mereka hanya beralaskan terpal, tanpa selimut maupun alat penerangan.
“Kami tidur gelap-gelapan. Kalau bisa, kami minta selimut dan penerangan, biar anak-anak juga lebih nyaman,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Camat Amalatu, Rafly Alydrus, membenarkan bahwa hingga saat ini masih ada 314 kepala keluarga yang mengungsi. Rinciannya, 264 KK berasal dari Desa Latu dan 50 KK dari Desa Tomalehu.
“Warga banyak yang bangun tenda di pegunungan karena gempa masih sering terjadi, termasuk semalam,” ujarnya.
Terkait kebutuhan mendesak seperti alat penerangan, Rafly mengatakan pihaknya sudah mengajukan permintaan ke Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat. Sebuah genset akan dikirim untuk pengungsi di sekitar Puskesmas, namun untuk warga yang berada jauh di hutan belum bisa terjangkau.
Sejauh ini, bantuan yang sudah masuk di antaranya berupa puluhan dus air mineral dan mie instan dari Kodim 1513 Seram Bagian Barat, serta 450 buah kelambu dan paket obat-obatan dari Dinas Kesehatan. Selain itu, tenda besar juga telah didirikan oleh pihak Kodim, Polres, dan BPBD setempat.
Gempa yang terjadi pada Jumat malam (4/7/2025) itu dilaporkan merusak dua rumah dan menyebabkan retaknya ratusan rumah lainnya. Sejak itu, warga Amalatu memilih mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman.
(Fan/Far)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Advokat Perempuan Indonesia (API) menyerukan agar DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-undang Kitab Hukum A...
NewsKamis, 20 November 2025
Jepang kembali menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi persoalan lingkungan melalui inovasi yang tak biasa: me...
NewsSenin, 30 Maret 2026
News - Harapan Suratmo (56) dan Sutijah (59), pasangan suami-istri asal Desa Pelutan, Pemalang, untuk melihat dua...
NewsSabtu, 04 Januari 2025
News - Seorang mahasiswi di Riau selepas pulang dari club malam dan terindikasi terpengaruh narkoba menabrak seo...
NewsSenin, 05 Agustus 2024
News - Pendiri Facebook Mark Zuckerberg baru-baru ini manjadi olok-olok para pemerhati iklim lantaran jadi petern...
NewsSabtu, 13 Januari 2024
News – Pergerakan tanah yang terus meluas terjadi di Kampung Cigintung dan Kampung Sukamulya, Desa Pasirmunjul,...
NewsSenin, 16 Juni 2025
News – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengungkap kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikas...
NewsSelasa, 26 Agustus 2025
News - Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai seorang migran di malaysia tewas ditembak di Perairan Ta...
NewsMinggu, 26 Januari 2025
News - Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Chennai, India, baru-baru ini mengalami mutasi jabatan setelah memak...
NewsKamis, 07 November 2024
News - Ketegangan yang semakin tinggi antara China dan Philipina di Laut China Selatan membuat Kapal induk berten...
NewsKamis, 21 Desember 2023