Jalan Rusak di Saketi Jadi Sorotan, Andra Soni Ambil Langkah Renovasi
Sabtu, 25 April 2026
Pengunggah: Redaksi
Puluhan tahun bukan waktu yang singkat untuk menunggu sebuah perubahan, terlebih ketika yang dipertaruhkan adalah akses dasar masyarakat. Di Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, jalan rusak yang selama ini dikeluhkan warga akhirnya mendapat perhatian—bukan dari pemerintah kabupaten sebagai pemilik kewenangan, melainkan dari Pemerintah Provinsi Banten.
Langkah Gubernur Banten, Andra Soni, mengambil alih perbaikan jalan Desa Majau–Mekarwangi memunculkan dua sisi cerita: harapan baru bagi warga, sekaligus pertanyaan tentang tata kelola dan distribusi tanggung jawab antar level pemerintahan.
Melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), Pemprov Banten menggelontorkan anggaran Rp3,84 miliar dari APBD 2025 untuk membangun jalan sepanjang 1,3 kilometer. Jalan yang dulunya becek, berbatu, dan sulit dilalui kini berubah menjadi akses yang lebih layak, membuka konektivitas antar wilayah desa.
Namun dibalik peresmian dan narasi pembangunan, terselip persoalan yang lebih mendasar. Fakta bahwa jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Pandeglang tetapi terbengkalai selama puluhan tahun menandakan adanya celah serius dalam prioritas pembangunan daerah. Intervensi provinsi memang menjadi solusi cepat, tetapi sekaligus menyoroti lemahnya respons pemerintah tingkat kabupaten terhadap kebutuhan warganya.
Bagi masyarakat Desa Majau, perubahan ini terasa nyata. Biaya angkut hasil panen menurun, akses ke puskesmas dan pasar menjadi lebih mudah, dan aktivitas sehari-hari tidak lagi terhambat kondisi jalan. Infrastruktur, dalam hal ini, kembali menunjukkan perannya sebagai penggerak ekonomi sekaligus penentu kualitas hidup.
Di sisi lain, Pemprov Banten berencana melanjutkan pembangunan hingga menghubungkan Saketi dengan wilayah lain seperti Mekarwangi dan Bojong. Proyek lanjutan sepanjang 1,6 kilometer pada 2026 dengan anggaran Rp4,8 miliar diharapkan memperkuat jaringan jalan desa dan menciptakan jalur alternatif baru.
Meski demikian, pendekatan pembangunan yang bersifat “ambil alih” tidak bisa menjadi pola jangka panjang. Tanpa evaluasi terhadap kinerja pemerintah kabupaten, risiko ketimpangan pembangunan akan terus berulang di wilayah lain. Intervensi provinsi seharusnya menjadi pemicu perbaikan sistem, bukan sekadar solusi tambal sulam.
Kasus Saketi menjadi cermin bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya soal anggaran dan proyek fisik, tetapi juga tentang akuntabilitas dan keberpihakan pada kebutuhan dasar masyarakat. Ketika jalan desa harus menunggu puluhan tahun untuk diperbaiki, yang dipertanyakan bukan hanya kondisi jalannya—tetapi juga arah kebijakan yang selama ini berjalan.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Kondisi satwa liar global tengah berada di titik yang mengkhawatirkan. Laporan Living Planet Report menunjukkan p...
NewsSenin, 06 April 2026
Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengangkutan dan pengelolaan sampah di Kota Tangerang Selatan kembali memb...
NewsSelasa, 20 Januari 2026
News — Seorang mahasiswi berinisial ST (19) asal Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan,...
NewsSelasa, 10 Juni 2025
News – Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024 yang mengat...
NewsKamis, 07 November 2024
News - Sobat Youtz, tepat hari Senin, tanggal 1 Oktober 2024 kemarin baru saja dilaksanakan pelantikan anggota De...
NewsJumat, 04 Oktober 2024
News - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta secara resmi menetapkan pasangan Pramono Anung Wibowo da...
NewsSelasa, 14 Januari 2025
News – Menteri Koordinator Bidang Politik, dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan secara resmi mengajukan tam...
NewsSenin, 07 Juli 2025
JAKARTA – Dalam rangka mengkampanyekan kebersihan yang telah berlangsung selama 1 bulan, mulai dari Agustus hi...
NewsSelasa, 19 September 2023
News - Setahun telah berlalu, namun pilu yang dirasakan oleh rakyat Palestina masih berlanjut hingga hari ini.�...
NewsSelasa, 08 Oktober 2024
News - Pemerintah tertinggi Iran terus melakukan penyelidikan secara masif dan ekstensif atas meninggalnya Pimpin...
NewsSabtu, 03 Agustus 2024