Babak Baru Pengakuan Hutan Adat, 1,4 Juta Hektare Siap Ditetapkan
Senin, 10 November 2025
Pengunggah: Redaksi
Brasil menjadi saksi komitmen baru Indonesia terhadap masyarakat adat dan lingkungan. Dalam forum Belem Climate Summit, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan langkah pemerintah untuk menyerahkan 1,4 juta hektare hutan kepada masyarakat hukum adat.
Langkah tersebut disampaikan Raja Juli saat mendampingi Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, yang hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto.
“Pemerintah Indonesia berkomitmen akan memberikan hak seluas 1,4 juta hektare kepada masyarakat hukum adat,” ujar Raja Juli di Brasil, Kamis (6/11/2025) yang dikutip dari Detik.com.
Menurut Raja Juli, kebijakan ini bukan hanya bukti komitmen terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga bentuk perhatian Presiden Prabowo kepada masyarakat adat yang selama ini kerap terpinggirkan.
“Bagian dari kepedulian Pak Presiden terhadap lingkungan sekaligus untuk masyarakat yang selama ini termarjinalkan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Hashim secara resmi mengumumkan kepada dunia bahwa Indonesia akan mengalokasikan 1,4 juta hektare hutan adat untuk masyarakat adat dan lokal dalam kurun waktu empat tahun. “Presiden Prabowo telah menetapkan target ambisius ini untuk direalisasikan hingga 2029,” katanya.
Langkah ini bukan tanpa dasar. Sejak Maret 2025, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Khusus Percepatan Pengakuan Hutan Adat sebagai tindak lanjut arahan Presiden. Satgas ini ditugaskan mempercepat proses legalisasi dan penetapan wilayah adat di seluruh Indonesia.
Raja Juli menambahkan, pengakuan terhadap hutan adat bukan hanya bentuk penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap keberlanjutan lingkungan. Berdasarkan data SOIFO 2024, pengelolaan hutan oleh masyarakat adat mampu menekan laju deforestasi hingga 30–50 persen.
Dengan target besar ini, Indonesia memasuki babak baru dalam tata kelola kehutanan yang lebih inklusif dan berkeadilan—menyatukan komitmen ekologis dan sosial di bawah visi “Indonesia Hijau dan Berdaulat.”
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Masalah sampah seolah menjadi cerita yang tak pernah selesai di banyak kota, termasuk Tangerang Selatan. Setiap h...
CommunitySelasa, 03 Februari 2026
Komunitas - Jowo Community telah menyelenggarakan Pagelaran Budaya bersama Youth Ranger Indonesia (YRI) di Poltek...
CommunityMinggu, 17 Maret 2024
Community - Cressida dengan menggandeng Gensmart Indonesia terus menunjukkan komitmennya untuk selalu menebarkan ...
CommunityRabu, 12 Juni 2024
Perundungan kembali menggema keras. Pada (15/10), Universitas Udayana di Bali ditimpa kabar duka usai Timothy Anu...
CommunitySenin, 20 Oktober 2025
Comunity - Sebagai komunitas yang fokus pada pengembangan diri anak muda, Gensmart Indonesia terus melakukan aks...
CommunitySenin, 15 Juli 2024
Community - Salah satu konsep yang semakin banyak dibicarakan dalam pengembangan diri adalah self-awareness, atau...
CommunitySelasa, 24 September 2024
Menjelang Lebaran 2026, solidaritas terhadap penyintas banjir di Aceh Tamiang kembali mengalir. Pimpinan Wilayah ...
CommunitySenin, 16 Maret 2026
Community – YouthDozer, tim dari ajang The New L-Men of The Year 2025, berkolaborasi dengan Pusat Informasi dan...
CommunitySelasa, 06 Mei 2025
Komunitas -Youth Ranger Indonesia (YRI) tidak sekadar sebuah organisasi, melainkan sebuah gerakan yang menginspir...
CommunityRabu, 21 Februari 2024
Community – Batoo Farm Adventure, yang diadakan pada akhir pekan, 30 November hingga 1 Desember 2024, melanjutk...
CommunitySelasa, 03 Desember 2024