Debut Raymond/Joaquin di All England 2026: Antara Karpet Abu-Abu Birmingham dan Mimpi Baru yang Mulai Ditapaki
Rabu, 25 Februari 2026
Pengunggah: Redaksi
Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, akan menjalani debut di All England Open 2026 yang berlangsung 3–8 Maret di Utilita Arena Birmingham, Birmingham. Turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu bukan sekadar agenda tahunan dalam kalender, melainkan panggung tradisi, sejarah, dan gengsi yang selama ini hanya mereka saksikan dari layar kaca.
Bagi Joaquin, All England adalah bagian dari “wishlist” yang ia simpan sepanjang perjalanan kariernya. Kesempatan tampil di turnamen level BWF World Tour Super 1000 itu menghadirkan sensasi berbeda, bahkan sebelum ia benar-benar menginjak lapangan.
“Ini salah satu wishlist saya, bisa main di All England. Beda sendiri atmosfernya. Turnamen yang paling ditunggu-tunggu sama semua orang, dan saya juga pengen banget ngerasain main di situ,” ujarnya saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung yang dikutip dari djarumbadminton.com.
Antusiasme itu terdengar sederhana, tetapi menyimpan makna panjang: tentang mimpi yang pelan-pelan menemukan panggungnya. Di balik target dan peringkat dunia, ada hasrat personal yang akhirnya mendapat ruang untuk diwujudkan.
Namun, berbeda dari Joaquin, bagi Raymond mimpi tetap harus berjalan seiring proses. Ia menegaskan ambisi selalu ada, tetapi harus dikontrol. Apalagi, All England hanya menjadi pembuka dari rangkaian tur Eropa yang padat. Setelah itu, mereka dijadwalkan tampil di Swiss Open 2026 di St. Jakobshalle, Basel, serta Orléans Masters 2026 di Palais des Sports, Prancis.
“Ambisinya pasti ada untuk juara di sana, tapi ingin melakukan yang terbaik dulu. Baik dari latihan, mengembalikan fisik, meningkatkan fisik, apalagi tiga turnamen beruntun. Pasti nggak mudah,” kata Raymond.
Di tengah persiapan teknis dan fisik, ada satu hal yang membuat Joaquin tak sabar: karpet abu-abu khas All England. Warna lapangan yang berbeda dari turnamen lain itu menjadi simbol keunikan sekaligus daya tarik tersendiri.
“Saya ingin nyobain karpet abu-abu. Penasaran aja, soalnya saya nggak pernah main di karpet abu-abu. Nggak tahu apa bedanya, tapi main di karpet abu-abu, terus main di All England, keren banget,” tuturnya.
Pernyataan itu mungkin terdengar ringan. Namun di balik rasa penasaran tersebut, tersimpan kesadaran bahwa All England bukan sekadar kompetisi, melainkan pengalaman. Karpet abu-abu itu menjadi metafora dari ruang baru yang hendak mereka jelajahi—ruang dengan ekspektasi lebih tinggi dan sorotan lebih tajam.
Performa Raymond/Joaquin memang tengah menanjak. Sejak awal musim lalu, grafik mereka terus meningkat hingga menjuarai turnamen Tur Dunia BWF pada pengujung tahun, serta menembus 20 besar dunia. Status sebagai pasangan muda potensial otomatis menghadirkan harapan publik yang lebih besar.
“Kalau ekspektasi publik, kita tidak bisa kontrol. Yang bisa kita kontrol itu bagaimana cara menghadapi ekspektasi mereka, dengan cara dijadikan motivasi supaya bisa lebih baik ke depannya,” ujar Joaquin.
Tekanan, menurutnya, pasti lebih terasa dibanding musim sebelumnya saat mereka masih berstatus penantang dari bawah. Kini, setiap pertandingan membawa beban pembuktian. Tetapi keduanya sepakat, fokus utama tetap pada proses: latihan, pemulihan fisik, dan konsistensi performa.
All England 2026 pun menjadi titik temu antara mimpi dan realitas. Di satu sisi, ada wishlist yang akhirnya terwujud. Di sisi lain, ada tuntutan profesionalisme dan kesiapan mental menghadapi panggung besar. Debut ini bukan hanya soal hasil akhir, melainkan tentang bagaimana mereka menapaki babak baru dengan kesadaran penuh bahwa perjalanan masih panjang.
Di atas karpet abu-abu Birmingham, Raymond dan Joaquin tidak sekadar bertanding. Mereka sedang menguji sejauh mana mimpi yang selama ini disimpan mampu berdiri tegak di tengah tradisi dan tekanan. Sebab di turnamen setua All England, setiap langkah selalu berarti lebih dari sekadar poin.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Olahraga - Persija Jakarta menjadi salah satu klub Indonesia yang terkena embargo transfer dari FIFA. Embargo tr...
SportSabtu, 06 April 2024
Olahraga - Nasib berbeda dialami dua tim Indonesia, RRQ Hoshi dan ONIC Esports, di semifinal turnamen 'Mobile Leg...
SportSabtu, 02 Maret 2024
Sepakbola - Sobat Youtz, belakangan ini Olimpiade Paris 2024 lagi jadi buah bibir di kalangan masyarakat Indonesi...
SportSenin, 06 Mei 2024
Sepakbola - Baru menjalani laga kedua di perhelatan akbar sepakbola usia 17 tahun, sejumlah negara berhasil menun...
SportKamis, 16 November 2023
Olahraga - Dalam lanjutan China Open 2023 ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja, ...
SportKamis, 07 September 2023
Olahraga - Tak henti-hentinya para atlet Indonesia mengharumkan nama Tanah Air di kancah International, kali ini ...
SportMinggu, 10 November 2024
Olahraga - Sobat youtz, Timnas Sepak Bola Indonesia baru saja memberikan kabar bahagia untuk seluruh masyarakat I...
SportMinggu, 28 April 2024
Sport — Legenda Sepakbola Palestina, Suleiman Obaid, tewas dalam serangan brutal Israel di Gaza Selatan. Kabar ...
SportJumat, 08 Agustus 2025
Olahraga - Kabar duka datang menyelimuti dari dunia olahraga bulutangkis. Pebulu tangkis tunggal putra China Zha...
SportSenin, 01 Juli 2024
Olahraga - Sobat Youtz, Sepakbola kita tampaknya tidak henti-hentinya memberikan kabar bahagia ya. Pada dini h...
SportJumat, 06 September 2024