DKI Jakarta Gratiskan Transportasi Publik Selama Dua Hari Saat Lebaran
Selasa, 17 Maret 2026
Pengunggah: Redaksi
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan langkah khusus untuk menjaga denyut aktivitas ibu kota tetap hidup selama libur Idul Fitri 2026. Salah satunya dengan menggratiskan layanan transportasi publik selama dua hari bagi warga yang tidak mudik.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari program “Mudik ke Jakarta”, sebuah inisiatif yang dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat yang memilih tetap berada di ibu kota selama momen Lebaran.
Melalui program ini, warga dapat menggunakan berbagai moda transportasi umum secara cuma-cuma, mulai dari layanan bus TransJakarta, kereta bawah tanah MRT Jakarta, hingga kereta ringan LRT Jakarta.
“Bagi yang tidak mudik, kami sudah tegaskan karena tema Jakarta adalah Mudik ke Jakarta, mereka akan kita perlakukan secara khusus,” kata Pramono di Jakarta Utara, Minggu (15/3), seperti dikutip dari Antara.
Kebijakan transportasi gratis ini diharapkan dapat memudahkan mobilitas warga sekaligus mendorong aktivitas rekreasi di berbagai destinasi wisata dalam kota. Pemerintah provinsi juga berupaya menjaga suasana ibu kota tetap semarak, meskipun sebagian besar warganya pulang ke kampung halaman.
Selain transportasi publik gratis, Pemprov DKI Jakarta juga membuka akses wisata gratis bagi pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP). Mereka dapat mengunjungi sejumlah destinasi populer seperti Monumen Nasional, Taman Impian Jaya Ancol, dan Kebun Binatang Ragunan tanpa dikenakan biaya masuk.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga menggandeng sejumlah pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan perhotelan untuk memperkuat daya tarik program tersebut. Kolaborasi dilakukan bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, Asosiasi Travel Agen Indonesia DKI Jakarta, serta Jakarta Experience Board.
Program “Mudik ke Jakarta” berlangsung sejak 27 Februari hingga 31 Maret 2026 dengan berbagai paket promosi yang menyasar wisatawan domestik maupun warga yang tinggal di ibu kota. Beberapa penawaran yang tersedia antara lain promo hotel dengan skema “bayar dua malam, gratis satu malam” di 26 hotel, voucher belanja di delapan gerai ITC Group, serta diskon di berbagai tempat hiburan, museum, bioskop, hingga fasilitas rekreasi seperti lapangan golf dan spa.
Selain itu, tersedia pula harga spesial untuk layanan transportasi menuju Jakarta, termasuk penerbangan dari maskapai Citilink dan perjalanan kereta api oleh Kereta Api Indonesia, serta paket tur kota privat bagi wisatawan yang ingin menjelajahi ibu kota.
Meski demikian, kebijakan ini juga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitasnya dalam mendorong pergerakan ekonomi kota selama masa libur panjang. Tanpa diimbangi dengan strategi pengelolaan wisata dan distribusi pengunjung yang baik, lonjakan mobilitas berpotensi menimbulkan kepadatan di sejumlah titik wisata populer.
Di tengah tradisi mudik yang masih menjadi pilihan utama sebagian besar warga, program ini menjadi upaya pemerintah daerah untuk menjaga aktivitas kota tetap bergerak. Lebaran pun tidak hanya menjadi momen pulang kampung, tetapi juga kesempatan untuk menikmati Jakarta dari sudut yang berbeda.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags