Brigitte, Ibu Negara Perancis yang Dulunya Guru Presiden Emmanuel Macron

Rabu, 28 Mei 2025

3945

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Foto: Brigitte & Presiden Macron (Wikipedia).

Inspirational - Di balik setiap langkah  Emmanuel Macron, Presiden Perancis, ada sosok perempuan bernama Brigitte Macron yang tetap berdiri, dan mendampingi orang nomor satu di Perancis itu.

Hubungan mereka dapat dibiliang bukan cinta biasa. Kisah itu dimulai dari ruang kelas, diterpa banyak pandangan miring, lalu tumbuh menjadi kisah hidup yang menginspirasi jutaan orang di negara yang memiliki icon Menara Eiffel.

Tak banyak pasangan pemimpin dunia yang kisah cintanya dimulai saat sang istri adalah guru SMA dan mengajar teater juga, sedang sang suami masih siswa SMA.

Tapi begitulah awal cerita Emmanuel dan Brigitte yang sama-sama berada di sebuah sekolah Katolik di kota kecil Amiens, Prancis utara.

Saat itu, Brigitte telah berusia 39 tahun, Emmanuel baru 15. Perbedaan usia 24 tahun menjadi sorotan, bahkan penolakan.
Bahkan orang tua Emmanuel sempat mengira anaknya jatuh hati pada putri Brigitte.

Begitu tahu kebenarannya, mereka langsung memindahkannya ke Paris. Tapi jarak itu terus makin menumbuhkan perasaan.

“Saya pikir dia akan jatuh cinta pada gadis seusianya, tapi itu tidak terjadi,” ujar Brigitte dalam sebauh wawancara.

Hubungan mereka sempat ditunda selama satu dekade. Brigitte memilih membesarkan anak-anaknya terlebih dahulu sebelum akhirnya bercerai dengan pernikahan lamanya. Tapi saat akhirnya bersama kembali, mereka tak pernah mrlihat ke belakang.

Diketahui, keduanya menikah pada 2007, Emmanuel yang kala itu belum menjadi siapa-siapa, berdiri di altar dengan pria muda yang tak ragu mengucapkan terima kasih kepada anak-anak Brigitte karena menerima “pasangan yang tak biasa ini.”

Brigitte tak menutup-nutupi rasa bersalah kepada anak-anaknya.

“Saya tahu saya menyakiti mereka. Itu penyesalan terbesar saya. Tapi saya juga tak bisa mengabaikan kebahagiaan saya sendiri,” ungkapnya dalam wawancara bersama majalah Elle.

Kini, Brigitte menjadi nenek dari tujuh cucu dan ibu dari tiga anak sukses menjadi dokter jantung, insinyur, dan pengacara.

Dan di antara statusnya sebagai Ibu Negara dan usia yang tak lagi muda, ia tetap menjaga satu hal, yaitu hubungan yang hangat dan setara dengan sang kepala negara.

Mereka sebisa mungkin tidur di tempat yang sama setiap malam, menjauhi jarak bila tidak terpaksa.

“Saya merasa nyaman saat Emmanuel berada di samping saya. Kami seperti pasangan lainnya, kadang sepakat, kadang tidak. Tapi selalu saling kembali.”

Kisah cinta mereka seperti dongeng. Tapi dalam kejujuran dan lika-likunya, ada pelajaran tentang keberanian untuk mencintai di luar norma, tentang memilih kebahagiaan tanpa kehilangan tanggung jawab, dan tentang menjadi tua bersama tanpa pernah berhenti saling tertawa.

“Itu momen kedekatan,” kata seorang pejabat Istana Élysée kepada Le Figaro, ketika ditanya soal video yang memperlihatkan candaan hangat keduanya sebelum keberangkatan kenegaraan.

Ya, ini bukan cerita remaja SMA. Ini kisah cinta dua manusia yang menua bersama dengan kepala tegak, karena mereka tahu, kebahagiaan tak pernah mengenal usia.

 

(Far/Tir)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait